Bekali Generasi Digital: Pentingnya Memperkenalkan Teknologi untuk Siswa Agar Tidak Salah Langkah di Indonesia

Jakarta, Kamis, 17 April 2025 – Di era serba digital seperti saat ini, langkah bijak dalam memperkenalkan teknologi kepada siswa di Indonesia menjadi semakin krusial. Bukan hanya sekadar memberikan akses, namun bagaimana memperkenalkan teknologi tersebut secara terstruktur dan bertanggung jawab agar generasi muda tidak salah dalam pemanfaatannya. Dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada hari Rabu, 16 April 2025, sejumlah pakar teknologi dan pendidikan nasional menekankan perlunya pendekatan yang holistik dalam mengenalkan teknologi kepada para pelajar.

Salah satu narasumber utama, Dr. Rina Wijaya, seorang ahli psikologi perkembangan anak dan remaja, menyampaikan bahwa tanpa pendampingan yang tepat, siswa berpotensi terjerumus dalam penggunaan teknologi yang kurang produktif, bahkan berbahaya. Oleh karena itu, memperkenalkan teknologi harus diiringi dengan penanaman nilai-nilai etika digital, pemahaman risiko keamanan siber, serta kemampuan untuk memilah informasi yang kredibel dan hoaks. “Kita hidup di era di mana informasi bertebaran. Tugas kita adalah membekali anak-anak dengan kemampuan navigasi yang baik agar mereka tidak tersesat di dalamnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Rina menyoroti pentingnya memperkenalkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan platform pendidikan daring yang terkurasi, aplikasi belajar yang interaktif, dan sumber daya digital yang relevan dengan kurikulum harus dioptimalkan. Peran guru dan orang tua sangat vital dalam membimbing siswa untuk menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab, bukan hanya sebagai alat hiburan semata.

Komisaris Besar Polisi Ahmad Yani, Kepala Sub Direktorat Kejahatan Siber Bareskrim Polri, yang juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut, menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus kejahatan siber yang melibatkan pelajar, baik sebagai pelaku maupun korban. Beliau menekankan bahwa upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini tentang penggunaan teknologi yang aman dan bertanggung jawab adalah langkah yang sangat penting. “Kami sering menangani kasus cyberbullying, penipuan daring, hingga penyebaran konten ilegal yang melibatkan anak-anak. Memperkenalkan teknologi tanpa bekal pengetahuan yang cukup sangat berisiko,” tegasnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sendiri telah berupaya mengintegrasikan literasi digital dalam kurikulum sekolah. Namun, tantangannya adalah memastikan implementasi yang merata di seluruh pelosok negeri, serta memberikan pelatihan yang memadai bagi para pendidik. Sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan pihak terkait lainnya sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan produktif bagi para siswa di Indonesia.