Kondisi memprihatinkan terjadi di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Parepare, Sulawesi Selatan. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya memiliki 7 orang siswa. Jumlah yang sangat minim ini tentu menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan di daerah tersebut.
SMP Negeri 13 Parepare menjadi sorotan karena jumlah siswa yang sangat sedikit. Kepala Sekolah SMPN 13 Parepare, Nursyamsi, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah, namun jumlah siswa yang mendaftar tetap minim.
“Tahun ini ada 7 siswa. Sudah meningkat 1 siswa sebab tahun lalu hanya 6 siswa,” kata Nursyamsi.
Beberapa faktor diduga menjadi penyebab minimnya jumlah siswa di sekolah ini. Salah satunya adalah kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan. Bangunan sekolah yang tidak terawat membuat orang tua enggan menyekolahkan anaknya di sana. Selain itu, faktor lainnya adalah kurangnya minat dari lulusan SD di sekitar sekolah untuk melanjutkan pendidikan di SMPN 13 Parepare.
“Salah satu faktor kurang berminat menyekolahkan anak mereka karena kondisi ruangan sekolah yang memprihatinkan. Bangunan kami ada yang mulai rusak dan sudah 2 tahun kami usulkan perbaikan,” jelas Nursyamsi.
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Dengan jumlah siswa yang sedikit, proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Selain itu, kondisi bangunan sekolah yang rusak juga dapat membahayakan keselamatan siswa.
Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Perbaikan infrastruktur sekolah dan upaya sosialisasi yang lebih gencar perlu dilakukan untuk menarik minat siswa bersekolah di SMPN 13 Parepare.
“Kami kan satu kompleks 58. Anak SD hanya 15 orang dan mereka ditanya tidak mau lanjut ke SMPN 13 karena mau cari teman baru,” kata Nursyamsi.
Kondisi SMPN 13 Parepare ini menjadi cerminan bahwa masih banyak sekolah di daerah yang membutuhkan perhatian lebih. Diharapkan, pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.