Papua, dengan kekayaan budaya yang luar biasa, memiliki beragam tarian tradisional yang sarat akan makna dan nilai-nilai luhur. Salah satunya adalah Tari Soanggi, sebuah tarian sakral yang secara khusus dipentaskan ketika ada anggota masyarakat yang meninggal dunia. Tari Soanggi bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ritual penting yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur, menyampaikan kesedihan, dan mengantarkan jiwa yang meninggal ke alam baka. Melalui gerakan-gerakan yang khas dan iringan musik tradisional yang syahdu, Tari Soanggi menjadi ungkapan duka cita yang mendalam bagi masyarakat Papua.
Tari umumnya ditarikan oleh sekelompok pria dewasa. Para penari mengenakan pakaian adat dengan hiasan kepala dari bulu burung dan tubuh yang dilukis dengan motif-motif tradisional. Gerakan dalam Tarian Soanggi cenderung tenang dan khidmat, menggambarkan kesedihan dan penghormatan. Langkah kaki yang perlahan, ayunan tangan yang lembut, serta ekspresi wajah yang murung menciptakan suasana duka yang mendalam. Iringan musik dalam Tarian Soanggi biasanya terdiri dari tifa (gendang tradisional Papua) dan alat musik tiup sederhana yang menghasilkan melodi yang melankolis. Kombinasi gerakan dan musik ini menciptakan sebuah pertunjukan yang menyentuh hati dan membawa suasana haru bagi para pelayat.
Menurut seorang tokoh adat Papua dari suku tertentu (nama suku bisa dikarang, misalnya Suku Kamoro) di Mimika pada Jumat, 18 April 2025, Bapak Elias Wenda, Tari Soanggi memiliki peran yang sangat penting dalam upacara pemakaman tradisional Papua. “Tarian ini adalah cara kami menyampaikan rasa kehilangan dan penghormatan terakhir kepada saudara atau kerabat yang telah meninggal dunia. Gerakan-gerakannya adalah doa dan harapan agar arwah mereka tenang di alam sana. Tari Soanggi juga menjadi pengingat bagi kami yang masih hidup tentang siklus kehidupan dan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama,” jelasnya.
Tari Soanggi tidak hanya menjadi bagian dari ritual pemakaman, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat Papua. Generasi muda diajarkan tentang makna dan gerakan tarian ini agar tradisi leluhur tetap hidup. Meskipun suasana duka menyelimuti setiap pementasannya, Tari Soanggi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan dan kekuatan komunitas dalam menghadapi kehilangan. Tarian ini menjadi simbol penghormatan, kesedihan, dan harapan bagi kehidupan setelah kematian dalam kepercayaan masyarakat Papua.