Miniatur kota lama Batavia hasil karya kreatif para siswa SMAN 2 Jakarta memikat perhatian publik berkat kedetailannya yang luar biasa. Seluruh struktur bangunan bersejarah seperti Museum Fatahillah dan Pelabuhan Sunda Kelapa dibangun secara rinci menggunakan bahan dasar koran bekas. Proyek seni ini menggabungkan nilai sejarah lokal dengan konsep daur ulang limbah kertas secara inovatif. Hasil karya yang menakjubkan ini tidak hanya memamerkan keindahan arsitektur masa lalu, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengolahan sampah kertas secara kreatif.
Proses pembuatan instalasi arsitektur sejarah ini memerlukan waktu beberapa minggu dengan melibatkan kerja kelompok yang solid antar pelajar. Koran bekas dikumpulkan, dipotong, dan dibentuk menggunakan teknik bubur kertas serta lipatan presisi tinggi hingga menyerupai tekstur batu serta kayu bangunan asli. Mewarnai miniatur dilakukan dengan cermat menggunakan cat ramah lingkungan agar menyerupai warna asli bangunan Batavia abad ke-17. Tingkat ketelitian para siswa terlihat dari detail jendela kecil, pintu kayu, hingga relief bangunan bersejarah yang dibuat serupa dengan bentuk aslinya.
Karya seni daur ulang ini dipamerkan di aula sekolah dan menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Pameran ini dimanfaatkan sebagai media edukasi interaktif untuk mengenalkan sejarah perkembangan kota Jakarta kepada para generasi muda secara visual. Para siswa pengembang maket dengan bangga menjelaskan proses pembuatan serta nilai historis di balik setiap sudut bangunan yang mereka reka ulang. Pembelajaran sejarah berbasis praktek karya seni ini terbukti lebih efektif dan melekat kuat dalam ingatan para siswa dibandingkan sekadar membaca buku teks.
Apresiasi tinggi datang dari para guru dan tokoh seni lokal yang memuji tingkat kerumitan serta kerapian karya buatan tangan para pelajar tersebut. Kegiatan ini dinilai berhasil mengasah kesabaran, kreativitas, serta kepedulian ekologis para siswa secara bersamaan. Penggunaan bahan bekas terbukti tidak mengurangi nilai estetika hasil karya seni, melainkan memberikan nilai tambah tersendiri yang unik dan menginspirasi. Pembuatan instalasi miniatur kota dari koran bekas ini membuktikan bahwa sampah kertas dapat diubah menjadi karya seni bernilai tinggi yang edukatif serta membanggakan sekolah.
Pihak sekolah berencana membawa maket bangunan bersejarah ini ke berbagai pameran seni dan lingkungan tingkat kota maupun nasional. Selain itu, workshop pembuatan kerajinan dari limbah kertas akan diadakan untuk membagikan keterampilan ini kepada sekolah-sekolah lain di area sekitarnya. Langkah ini diharapkan dapat memperluas gerakan daur ulang sampah sekaligus meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap sejarah lokal. Melalui karya miniatur kota yang menakjubkan ini, para siswa berhasil membuktikan bahwa seni daur ulang dapat menjadi alat edukasi sejarah yang sangat efektif dan bernilai tinggi.