Sebuah pemandangan yang membanggakan dan penuh warna tersaji di Alun-alun Kabupaten Bondowoso pada hari Sabtu, 5 April 2025. Ratusan pelajar membatik secara serentak di atas kain sepanjang 40 meter, menciptakan sebuah karya seni kolaboratif yang memukau. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Bondowoso dan bertujuan untuk melestarikan warisan budaya batik sekaligus menumbuhkan kreativitas di kalangan pelajar.
Acara yang bertajuk “Bondowoso Membatik untuk Negeri” ini diikuti oleh lebih dari 300 pelajar membatik yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Bondowoso. Mereka tampak antusias dan fokus menggoreskan canting di atas kain putih, menciptakan motif-motif batik khas Bondowoso yang kaya akan filosofi dan keindahan alam setempat.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, Bapak Sugiyanto, S.Pd., M.Si., yang turut hadir dan memberikan sambutan, kegiatan pelajar membatik bersama ini merupakan upaya nyata untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda Indonesia kepada generasi muda. Beliau berharap, melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya sekadar belajar teknik membatik tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap motif batik.
Proses pelajar membatik sepanjang 40 meter ini diawasi dan dibimbing langsung oleh para pengrajin batik senior dari Sanggar Batik “Kembang Tanjung” Bondowoso. Mereka dengan sabar memberikan arahan dan membantu para pelajar dalam mengaplikasikan lilin malam dan menciptakan motif yang diinginkan. Koordinator Sanggar Batik Kembang Tanjung, Ibu Siti Rohmah, menyampaikan rasa bangganya melihat antusiasme para pelajar dalam mengikuti kegiatan ini. Beliau berharap, kegiatan ini dapat memicu munculnya bibit-bibit pembatik muda di Bondowoso.
Pengamanan jalannya acara ini turut dibantu oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso yang berjaga di sekitar area alun-alun. Kepala Satpol PP Bondowoso, Bapak Slamet Riadi, S.Sos., M.Si., memastikan bahwa kegiatan pelajar membatik ini berjalan dengan tertib dan aman bagi seluruh peserta dan pengunjung.
Karya batik sepanjang 40 meter yang dihasilkan oleh para pelajar membatik ini rencananya akan dipamerkan dalam acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional di tingkat kabupaten. Selain itu, sebagian hasil karya ini juga akan didokumentasikan dan diarsipkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya batik Bondowoso.
Kegiatan pelajar membatik bersama ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dan gotong royong di antara para pelajar. Semangat melestarikan budaya batik yang ditunjukkan oleh para pelajar Bondowoso ini patut diacungi jempol dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah lain untuk turut aktif dalam melestarikan warisan budaya bangsa.